Meski Gagal Juarai UCL, Juve Tetap Ingin Allegri Bertahan


Hal tersebut dituturkan oleh direktur olahraga Bianconneri, Beppe marotta, yang mengakui bahwa terbang ke Cardiff untuk meraih kemenangan dan menggondol trofi Liga Champions ketiga dalam sejarah klub adalah tujuannya, tapi hal itu sama sekali tidak mempengaruhi masa depan Allegri.

Meski Gagal Juarai UCL, Juve Tetap Ingin Allegri Bertahan

Mari kita berandai-andai, ketika Juventus kembali gagal memanfaatkan kesempatan emas untuk meraih treble winner pertama dalam sejarahnya, apakah pelatih Massimiliano Allegri akan dipecat dari kursi pelatih ? Jawabannya adalah tidak. Apapun hasil di cardiff nanti, mantan juru taktik AC Milan bakal tetap dipertahankan Bianconneri.

Seperti diketahui, Allegri telah ditunjuk untuk tangani skuat utama Juventus sejak musim panas tahun 2014 silam, menggantikan peranan Antonio Conte. Dia sempat diragukan bahkan tak diterima oleh para tifosi klub, namun Allegri berhasil membungkam para peragu, dengan mempersembahkan tiga titel scudetto musim ini, dan tiga trofi Coppa Italia. Sekarang, Allegri pun dicintai para juventini seantero dunia.

Pun demikian dengan Juventus, yang melalui Direktur olahraga klub, Beppe Marotta, bisa menjamin masa depan allegri jika pun pada 4 juni mendatang, Bianconneri kembali gagal menjuarai liga Champions Eropa.

“Kami harap itu tidak akan terjadi, karena kami ingin maju bersama dengan Allegri, Dia telah membuktikan dirinya sebagai pelatih yang hebat dan kami telah mendapatkan banyak hal bersamanya. Sekarang dia sedang melatih salah satu klub terbaik di dunia,”

“Saya kira itu bukan prioritas, karena tujuan kami saat ini adalah pergi ke Cardiff dan menang. Lalu, setelah Cardiff kami akan duduk di meja untuk saling mendengarkan semua orang bicara, bukan hanya dari Allegri. Idealnya adalah Allegri tetap memegang kendali dan kami tidak berpikir perlu adanya perubahan. Kami bahkan tidak sedang mempertimbangkannya,” kata Marotta kepada Tuttusport.

Juventus sendiri akan menghadapi Real Madrid di Cardiff pada partai final nanti, jika berhasil menang, maka ini adalah treble winner pertama dalam sejarah Si Nyonya Tua.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *